Metoda Ektraksi Daun Zaitun
Oleh : Hamka Fauzan
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan atau pengambilan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan yang tidak saling larut, biasanya pelarutnya , pelarut organic seperti alcohol, hexane dll.
Ilmu ektraksi modern pertama kali di lakukan oleh kimiawan Islam Ar-Razi nama lengkapnya Abu Bakr Muhammaed ibnu Zakaria Ar-Razi, tetapi lebih terkenal dengan nama Ar-Razi. Dibarat di beri nama Razes. Beliaulah yang mengembangkan instrument instrument laboratorium kimia, bahkan sampai sekarangpun masih dipakai. Dan juga sebagai penyempurna methode penyulingan dan ekstraksi , yang menghantarkannya pada penemuan asam belerang, dengan cara melakukan penyulingan kering asam belerang dan alkohol.
alat ektraksi zaman Ar-Razi
alat ektraksi zaman sekarang
Ilmu ekstraksi sangatlah besar manfaatnya baik di industri kimia maupun farmasi. Contoh yang dapat dinikmati sekarang ini adalah ekstraksi daun zaitun OLE (Olive Leaf Ekstract).
Faktor-faktor yang akan dipertimbangkan dalam memilih metoda ekstraksi diantaranya sbb:
- Waktu ekstraksi
- Suhu/temperature ekstraksi
- Jenis Solven yang digunakan
- Alat yang tersedia
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut ekstrak daun zaitun bisa dilakukan dengan beberapa metoda dibawah ini :
- Suhu ekstraksi 40 derajar Celcius, solven etanol 80%, perbandingan pelarut dan daun zaitun 30:1
- Suhu ektraksi 40, 60 dan 80 derajat celcius. Solven deionisasi air dengan pH asam,
- Suhu kurang lebih 5 derajat celcius dengan metoda cool pressed.
Hampir semua metoda diatas menunjukkan hasil yang hampir sama kadar oleoropein nya, yaitu sekitar 4.5 % dari hasil ektrak yang kita peroleh.
Analisis hasil dilakukan dengan alat HPLC, dengan alat ini sangat akurat kadar yang kita tentukan.
Sedangkan hasil analisanya bisa ditunjukan atau dibaca dari printout dibawah ini.
Sumber : WWW.AGROMUSLIM.COM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar