Ringkasan Kitab Al-Filaha
Oleh : M.Iqbal
Ringkasan Kitab Al-Filaha (Jilid I)
Kitab Al-Filaha ini ditulis pada abad ke 6 H (12 M) oleh Abu Zakariyyah Yahya b. Muhammad atau lebih dikenal dengan Ibnu Al-Awwam (meninggal th 580H atau 1185 M). Kitab ini juga merupakan akumulasi dan penyempurnaan kitab-kitab sejenis yang ditulis oleh sejumlah ulama lain sepanjang dua abad sebelumnya.
Ada tiga versi bahasa dari kitab tersebut saat ini yaitu yang asli berbahasa Arab, kemudahan versi terjemahannya dalam bahasa Spanyol dan bahasa Perancis. Versi bahasa Inggris sedang dalam proses penterjemahannya dari bahasa Spanyol oleh team penterjemah di Amerika Latin (Venezuela) yang juga bekerja bersama kami, sedangkan terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya insyaAllah juga segera menyusul – setelah team penterjemah kami menyelesaikan tugasnya.
Proses penterjemahan sendiri akan memakan cukup banyak waktu karena total halaman yang perlu diterjemahkan ada sekitar 1,550 halaman dan banyak berisi istilah teknis, sehingga team penterjemah-pun harus dilengkapi dengan team teknis pertanian. Karena banyak yang tidak sabar menunggu terjemahan referensi tersebut, dalam tulisan ini saya sampaikan resensi ringkasnya.
Karena ada dua jilid dari Kitab Al-Filaha ini, akan terlalu panjang rigkasannya bila saya sajikan dalam satu tulisan. Maka pada tulisan pertama ini adalah khusus dari buku Jilid I yang membahas mulai dari pemahaman tentang tanah, perbaikan kwalitas tanah , penyubur tanah/fertilizer, air, pembibitan dan penananam perbagai tanaman, penanganan penyakit sampai proses panen dan pasca panen.
Ibnu Awwam mengawali bahasan teknisnya tentang pertanian dari pemahaman kwalitas tanah, bagaimana membedakan tanah yang baik dan tanah yang kurang baik. Saking pentingnya pemahaman tentang tanah ini dia mengungkapkan adalah suatu kegilaan bila bertani tanpa memahami kondisi tanah.
Masuk lebih detil lagi tentang tanah, diuraikan pula tanda-tanda tanah yang sehat, yang rusak, cara mengetahui kwalitas tanah dan cara mengetahuinya dengan cepat. Bagaimana tanah bisa disuburkan dengan penyubur tanah/fertilizer (yg dimaksud penyubur tanah selalu alami karena saat itu belum ada pupuk kimia !). Macam-macam jenis tanah dan cara penangannya. Cara mengetahui ketersediaan air tanah dan cara mengetahui kedekatan dengan sumber air.
Cara mempersiapkan dan memperbaiki kwalitas tanah dengan kotoran ternak, cara membuat penyubur tanah, manfaat dari kotoran ternak sepanjang masa, cara penggunaan penyubur tanah, cara memperbaiki tanah yang rusak, memahami jenis-jenis dan sumber penyubur tanah.
Memahami jenis-jenis air dan kwalitasnya, jenis air yang cocok untuk masing-masing jenis tanaman, dan sumber-sumber air. Cara untuk mengetahui keberadaan air di dekat permukaan tanah, cara membuat sumur untuk keperluan pekarangan rumah maupun kebun atau tanah pertanian, dan cara membuat dan mengelola level/kemiringan tanah untuk keperluan pengairan.
Teknik pengaturan kebun, penanaman pohon di tanah kering dan pemberian irigasi, cara perawatan pohon, dahan dan tunas. Teknik penanaman segala macam buah-buahan anggur, orange, lemon, tin dan buah-buahan lainnya. Cara pemangkasan cabang dan pemilihannya, juga pemangkasan pucuk dan pemilihannya.
Teknik pembibitan/penyemaian, penggandaan tanaman, pembenihan dari biji, transpalntasi/pencangkokan dan pengaturan tanah/media dan jarak pembibitan, penanganan bibit tanaman dan hal-hal yang perlu diperhatikan dari bibit setiap jenis tanaman.
Pengenalan kondisi udara, angin dan musim tanam, setiap petani mutlak perlu tahu tentang tanaman apa dan kapan ditanam. Pengenalan musim yang utamanya menyangkut suhu dan angin serta pemilihan tanaman-tanaman yang sesuai untuk masing-masing musim dan untuk daerah-daerah tertentu.
Selanjutnya penulis ini membahas detil kondisi (tanah, air, angin, suhu, musim dlsb) yang sesuai untuk masing-masing jenis tanaman seperti zaitun, delima, carob, almond, cherry, chestnut, walnut, tin, bunga mawar, jasmine, jeruk, orange, lemon, apple, peach, plum, kurma, anggur, kayu manis, sampai tebu dlsb.
Penulis juga mengumpulkan berbagai teknik pencangkokan tanaman dari Romawi , dari Persia, Yunani dan perbagai jenis teknik cangkok untuk segala macam buah-buahan sebagai tambahan referensi.
Selanjutnya dibahas pula tahapan pertumbuhan tanaman, kebutuhan masing-masing tanaman pada masing-masing tahapan pertumbuhan dan waktu yang terkait masing-masing tahapan pertumbuhan, jumlah/jarak tanam yang sesuai, penyuburan tanaman, waktu penyuburan, jenis dan jumlah penyubur tanaman serta pemeliharaan tanaman.
Tahapan pembuahan tanaman juga dibahas secara khusus dan detil, termasuk cara memperbaiki kwantitas dan kwalitas buah, perlunya kecintaan dalam perawatannya, cara-cara penyuburan dan pengairan/penyiraman di masa pembuahan. Dampak penyuburan terhadap jumlah dan rasa buah dengan ijin Allah, serta hasil buah yang sebanding dengan kecintaan dan keseriusan kita dalam perawatannya.
Dibahas pula dengan detil perawatan dan penyembuhan tanaman-tanaman yang sakit, penanganan tanaman buah yang belum maksimal hasilnya juga cara peningkatan kwalitas rasa dan bau kesegaran buah (aroma buah).
Jilid Pertama ditutup dengan penjelasan tentang penanganan pasca panen untuk buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Secara keseluruhan Kitab Al-Filaha mengungkap sekitar 585 jenis tanaman, sekitar 1/10-nya adalah tanaman buah-buahan yang dibahas secara khusus dan detil.
Maka lengkaplah Kitab Al-Filaha Jilid I ini sebagi rujukan petani dari A sampai Z, mulai mengenal tanah sampai menangani hasil panen dan penyimpanannya. Bila Anda adalah petani baru yang membutuhkan satu rujukan saja yang sudah terstruktur rapi, maka kitab inilah jawabannya. Bila Anda petani kawakan yang mumet tidak tahu harus berbuat apa karena semua langkah telah ditempuh – dengan biaya mahal pemupukan dlsb. – namun hasil tidak maksimal , maka kitab ini pula rujukannya.
Ringkasan Kitab Al-Filaha (Jilid II)
Melengkapi ringkasan Kitab Al-Filaha Jilid I , ringkasan Jilid II lebih menguatkan lagi betapa komplet-nya referensi dari dunia Islam ini. Pada Jilid ke II Ibnu Awwam memulai bahasannya dengan upaya untuk memaksimalkan hasil dari tanah melalui kombinasi yang tepat antara cara tanam, waktu tanam, penyuburan lahan dan pengolahan kembali lahan. Kemudian dibahas perbagai jenis tanaman biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian, sayur, bunga, proses industri atsiri, cuka dan sari buah. Jilid II juga membahas tentang hewan ternak dan hewan piaraan lengkap dengan cara mengatasi penyakitnya sampai operasi pembedahan.
Dalam bab jenis tanaman biji-bijian (grains) dan kacang-kacangan (legumes), dibahas manfaatnya bagi tanah, pemilihan bibit-bibitnya untuk penananam dan segala pengetahuan yang dibutuhkan untuk ini. Juga dibahas jenis lahan yang cocok untuk setiap jenis biji-bijian dan kacang-kacangan.
Secara spesifik juga dibahas penyemaian untuk memilih bibit yang baik dan yang tidak, cara penyemaian, pemilihan waktu penyemaian, jumlah bibit dan pemilihan jenis-jenis gandum dan barley yang baik untuk bahan pangan dan pemeliharaan tanaman.
Dibahas secara khusus pula penanaman biji-bijian dan kacang-kacangan di tanah irigasi dan tadah hujan, termasuk upaya untuk memberikan hasil maksimal pada jenis tanaman padi, kacang , wijen, buncis, jinten dlsb. Untuk lahan kering dan sedikit irigasi dibahas tanaman yang cocok untuk lahan seperti ini yaitu antara lain kapas, linen, rami, bawang, kunyit, hena dan alfalfa.
Bahasan dilanjutkan untuk berbagai tanaman sayur-sayuran dan tanaman obat/herbal, serta pemilihan lahan yang sesuai untuk kebutuhan ini. Ada sayuran dari jenis akar atau umbi seperti lobak, wortel, bawang dan sejenisnya. Ada pula sayuran dari jenis bunga yang berkembang menjadi buah seperti terong, labu, melon, mentimun dlsb. Sayur-sayuran ini umumnya ditanam di tanah irigasi atau tadah hujan.
Dibahas pula tanaman-tanaman untuk kebutuhan khusus , tanaman yang bijinya digunakan untuk obat-obatan seperti jinten hitam atau habbatussauda, adas manis dlsb. Bahkan juga ada bahasan tanaman untuk keharuman sperti lily, daffodils, chrysan, teratai, bunga mawar, kemangi dlsb.
Untuk proses panen dan pasca panen pada tanaman-tanaman tersebut di atas dibahas waktu dan cara pemanenan agar memberikan hasil yang maksimal. Juga cara penanganan hasil panen mulai dari pendirian pabrik atau bangunan untuk pengolahan hasil panen, teknik-teknik pengolahan hasil panen seperti penyulingan bunga mawar, pembuatan cuka , sirup buah anggur dlsb.
Pada bab-bab akhir dibahas seluk beluk peternakan untuk binatang ternak dan binatang peliharaan. Binatang ternak adalah kaitannya dengan pertanian dan makanan, utamanya sapi, kambing dan domba. Teknik pengembang biakannya, pengawinan jantan dan betina, kehamilan dan peranakan. Dibahas pula obat-obatan hewan untuk penyembuhan hewan yang sakit karena kecelakaan dan karena penyakit, termasuk penanganan khusus hewan yang sedang dalam proses penyembuhan dan pemulihan.
Binatang piaraan adalah binatang untuk kendaraan , kesenangan dan melaksanakan pekerjaan seperti kuda, bagal, keledai. Dibahas pengembang biakannya/pengawinan, pemeliharaan dan penanganan pakannya. Cara-cara penjinakannya apabila masih liar, penyiapan dan pemasangan sepatu atau tapal kuda dan masalah lain yang terkait binatang piaraan. Termasuk didalamnya tentang penanganan penyakit binatang peliharaan dari yang sederhana mudah disembuhkan sampai yang mememerlukan operasi/pembedahan.
Ternak lain yang juga dibahas adalah dari jenis burung dan serangga untuk pemenuhan kebutuhan dan keindahan seperti bebek, merpati, ayam, merak serta lebah. Dibahas pemilihan jenisnya dan pengelolaan tata letaknya di pekarangan serta penangan penyakit-penyakit yang terkait jenis ternak ini.
Ilmu pengetahuan dan teknologi manusia senantiasa berkembang, tetapi prinsip-prinsip dasar kehidupan tidaklah berubah. Seperti manusia yang membutuhkan jenis-jenis makanan tertentu dan lingkungan hidup tertentu, pertumbuhan dan penanganan penyakit-penyakitnya tetap sangat relevan menggunakan contoh-contoh yang tertuang dalam Tibbun Nabawi yang sudah berusai lebih dari 1400 tahun.
Demikian pula dengan tanaman dan hewan, kebutuhan dasar hidupnya, penopang pertumbuhannya dan penyakit-penyakit yang dialaminya – semua dapat menggunakan referensi yang sama yang usianya sudah sekitar seribu tahun. Malah kini timbul kerinduan orang untuk mengembalikan konsep menanam dan memelihara ternak seperti ketika manusia dahulu melakukannya di masa pra industrialisasi, yaitu pada masa sebelum tanah dan tanaman dirusak dengan pupuk dan obat-obat kimia, sebelum ternak dipaksa makan dari hasil industri yang bukan pakan fitrahnya.
Silabus pertanian dan peternakan yang terstruktur rapi dan komplit itu kini (segera) tersedia, sebagai bekal generasi ini untuk kembali memakmurkan bumi dengan cara terbaiknya, sambil tentu terus mengembangkan science dan technology – tetapi yang tidak keluar dari fitrah alam kita yang bebas dari pencemaran dan perusakan lingkungan. InsyaAllah.
Sumber : WWW.AGROMUSLIM.COM